Jakarta – Kabar membanggakan kembali mengukir prestasi gemilang bagi dunia seni tari Lampung. Kelompok tari Artunila, yang merupakan representasi dari Program Studi Pendidikan Tari Universitas Lampung (Unila), berhasil meraih gelar Juara Berbakat dalam ajang Zapin Awards tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 22 Januari 2025 lalu.
Prestasi membanggakan ini diraih Artunila setelah bersaing dengan berbagai kelompok tari Zapin terbaik yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, serta perwakilan dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keberhasilan ini menunjukkan kualitas dan potensi luar biasa dari para mahasiswa Prodi Pendidikan Tari Unila dalam melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional Zapin. Sebelum melaju ke panggung internasional Zapin Awards, Artunila telah melalui proses audisi online yang ketat dan berhasil terpilih sebagai perwakilan kelompok tari dari Provinsi Lampung. Seleksi daring ini menjaring para penari dan kelompok tari Zapin terbaik dari berbagai daerah dan negara. Kabar kemenangan Artunila disambut dengan penuh sukacita oleh seluruh anggota tim, dosen pembimbing Prodi Pendidikan Tari Unila, serta civitas akademika universitas. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama program studi dan universitas, tetapi juga membuktikan komitmen Unila dalam mendukung pengembangan seni dan budaya daerah di tingkat internasional.
Ketua kelompok tari Artunila sekaligus Koreografer karya Andana yang dilombakan dalam ajang tersebut ibu Lora Gustia Ningsih, M.Sn, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas pencapaian ini. “Kami sangat bersyukur dan terhormat bisa meraih gelar Juara Berbakat di ajang Zapin Awards Asia Tenggara. Ini adalah hasil dari kerja keras, latihan yang sungguh-sungguh, dan kecintaan kami terhadap Tari khususnya di Lampung. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya kita,” ujarnya. Gelar Juara Berbakat yang diraih Artunila menunjukkan apresiasi terhadap potensi dan kemampuan artistik kelompok tari ini dalam membawakan Tari Zapin. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi Lampung sebagai salah satu pusat pengembangan seni tari Melayu di Indonesia. Prestasi Artunila diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Prodi Pendidikan Tari Unila lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Selamat kepada Artnila atas pencapaian yang luar biasa ini!
(admin)