Monthly Archives: August 2014

Lulusan Prodi Pendidikan Seni Tari Jadi Lulusan Terbaik Tingkat Universitas Tahun 2014

Universitas Lampung Pada hari Rabu tanggal 25 Juni 2014 menggelar Wisuda bertempat di Gedung Serba Guna Unila. Total Lulusan Universitas Lampung yang telah disumbangkan kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia sampai dengan Wisuda Periode V Tahun Akademik 2013/2014 sejumlah 81.584 orang lulusan. Jumlah tersebut disampaikan oleh Pembantu Rektor 1, Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P.

Nabila Kurnia Adzan, salah satu Wisudawati terbaik Pertama Universitas Lampung dari Prodi Pendidikan Seni Tari TAHUN 2014 dengan IPK 3,77 lama studi 3,4 tahun; terbaik kedua diberikan kepada Hapim Afriyani, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam jurusan kimia dengan IPK 3,92 dan lama studi 3,75 tahun, seta terbaik ketiga diraih oleh Ivoni Hidayat Fakultas Pertanian jurusan teknologi hasil pertanian dengan IPK 3,94 lama studi 3,4 tahun.

Sebagai lulusan terbaik, Nabila pernah mewakili UNILA pada festival tari Internasional di Jogjakarta tahun 2012, dan even festival Tari Kreasi Remaja di Jakarta pada Mei 2014 yang menobatkannya sebagai peserta terbaik. Hal ini sesuai dengan Tujuan Program Studi Pendidikan Seni Tari yaitu Menghasilkan sarjana pendidikan seni tari yang profesional untuk memenuhi kekurangan guru seni tari di Lampung maupun daerah lainnya di Indonesia, serta mampu mengembangkan seni daerah yang berwawasan Pancasila dan ber-Bhinneka Tunggal Ika. serta, Meningkatkan kualitas lulusan sebagai calon guru seni tari yang mempunyai kualitas akademis dan bertanggung jawab terhadap profesinya serta memiliki integritas pribadi yang tinggi.

Peminat Prodi Pendidikan Seni & Tari Unila Naik 6 Kali Lipat

Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, program studi (prodi) Pendidikan Seni Tari di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila diminati hingga 500 calon mahasiswa. Sejak dibuka pada tahun 2008, jumlah peminat hanya pada kisaran 80 orang.Sejak enam tahun lalu dibuka, peminat terus mengalami peningkatan. Namun  kendala saat ini adalah jumlah kuota yang disediakan hanya sekitar 40 kursi.

40 kursi dalam prodi Seni Tari FKIP Unila diperebutkan melalui dua jalur. Pertama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan masing-masing 20 kursi. Dan mengalami penambahan 2 orang dari jalur seleksi PMPAP yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Lampung.

PERINGATAN HARI TARI SEDUNIA

(Eduspotnews) : Ratusan pelaku seni (tari) yang ada di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung memadati Bundaran Gajah pusat kota Bandar Lampung dalam rangka memperingati Hari Tari Se-Dunia (World Dance Day ) yakni 29 April, sebagaimana  yang telah ditetapkan oleh Internasional Dance Council yang merupakan salah satu organisasi payung di UNESCO. Kegiatan yang seyogyanya diselenggarakan terpusat di Kota Solo,  tepatnya di Institut Seni Surakarta, kali ini digelar terpisah di Provinsi Lampung hasil inisiatif mahasiswa dan beberapa dosen program studi pendidikan seni tari FKIP Unila.

 

Dipilihnya Bundaran Gajah sebagai tempat pementasan seni tari, dikarenakan sebagi pusat kota  Bandar Lampung yang ramai dilalui oleh masyarakat sehingga memudahkan para pelaku seni untuk mensosialisasikan bahwa 29 April merupakan peringatan Hari Tari Se-Dunia. Peserta yang mengikuti gelaran tari ini terdiri dari siswa sekolah, mahasiswa, dan para pelaku seni tari se-Provinsi Lampung.

Tujuan dari terselenggaranya kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya tari di kalangan masyarakat umum, serta meyakinkan pemerintah untuk menyediakan tempat menari di setiap sarana pendidikan dari sekolah hingga perguruan tinggi, mengingat pentingnya melestarikan beragam khasanah budaya yang salah satu cabang seni budaya yakni tari-tarian. Lampung yang memiliki dua sistem penyimbangan adat, yakni Pepadun dan Saibatin, yang memiliki berbagai macam tarian khas daerah antara lain tari halimbangan, piring dua belas, sembah,  sigekh pengunten dan lain sebagainya.

Dengan menampilkan beberapa jenis tarian dalam kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami kembali karakteristik budaya Indonesia khususnya budaya lampung. Di akhir acara, para panitia menyebarkan angket guna menjaring aspirasi serta biodata para lulusan alumni program studi seni tari, guna meningkatkan poin di akreditasi institusi.